page

Selasa, 16 April 2013

Pergerakan Mahasiswa Dulu, Kini dan Nanti










Gerakan mahasiswa pada zaman dulu menjadi parameter gerakan mahasiswa sekarang. Suatu gerakan mahasiswa akan hancur berawal ketika sebuah gerakan tersebut gagap dalam menghadapi sebuah realita. Gerakan mahasiswa yang gagap tersebut, tidak akan eksis. Gerakan mahasiswa harus bisa beradaptasi atau menyesuaikan dengan kultur sekarang. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat seharusnya menjadi check and balance terhadap pemerintah dengan kebijakan-kebijakannya. Namun, bukan berarti bahwa semua kebijakan pemerintah itu adalah salah. Jika kebijakan yang diambil pemerintah tersebut memang sudah benar, maka jangan mencari-cari alasan untuk menyalahkan. Mahasiswa sebagai insan intelektual yang mempunyai tataran pendidikan tertinggi dalam masyarakat, hendaknya mampu berpikir secara intelek. Seringnya terjadi benturan/clash antar sesama karena tidak adanya ruang dialog. Semua butuh bicara dan didengarkan. Demikian cara kita mengelola suatu organisasi gerakan.



Gerakan mahasiswa dunia di pentas sejarah memiliki ciri dan pola gerakan yang berbeda-beda. Gerakan mahasiswa lahir dari kondisi yang dihadapi masyarakat yang sudah tidak sesuai lagi dengan cita-cita negara dan harapan masyarakat. Mahasiswa seharusnnya mampu merespon berbagai situasi dan kondisi tersebut atas dasar kesadaran moral, tanggung jawab intelektual, pengabdian sosial dan kepedulian politik. Eskalasi gerakan mahasiswa pada umumnya adalah tuntutan otonomi dan kebebasan, kritis terhadap kebijakan pembangunan, tuntutan dan tekanan terhadap yang korup dan otoriter, penggulingan rezim yang berkuasa dan mendorong demokrasi.

Gerakan mahasiswa sekarang adalah meninggalkan pola gerakan sospol yang primitif dan konservatif menuju gerakan mahasiswa berbasis intelektual. Mahasiswa harus bergerak sesuai perannya.

membantu korban merapi


Merakyat bersama warga medokan, kejawan dekat ITS







Peduli generasi.. #itu bikin posternya H-1 jam aksi. jadi kayak gitu. hehee


Saat menjadi murid di Sekolah Pelopor Mahasiswa ITS Angkatan IV
BEM ITS 2010/2011

Senin, 11 Februari 2013

Tak Perlu Menunggu Menjadi Mahasiswa Berprestasi untuk Menginspirasi..


 
Majid Cheng Ho Surabaya bersama adek2 di liburan ceria KAMMI



Adek-adek kejawan Gebang


Adek-adek Taman Baca Kawan Kami, Putat Dolly


Awalnya aku ragu menemui mereka. Bagaimana mungkin aku bisa? Aku tak biasa. Seseorang dengan sabar selalu mengajakku kesana menemui mereka. Tapi waktu tak mengijinkanku hingga suatu saat keadaan memang mengharuskanku pergi ke sana menemui mereka. (kesana? Kemana? Mereka? Siapa?)

Begitu tiba di depan sekolah kecil itu, betapa terkejutnya aku. Sekitar 20-an anak kecil berhambur keluar mengetahui kehadiranku sambil berteriak-teriak. Satu per satu mereka menyalami dan mencium tanganku. Akupun dihujani pertanyaan-pertanyaan dari mereka, “Namanya siapa Kak? Namanya siapa? Kok datangnnya telat Kak? Sendirian Kak?”. Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang hanya aku jawab dengan senyuman. Tiba-tiba keraguan yang selama ini aku khawatirkan hilang setelah melihat wajah-wajah polos itu. Rasanya seperti sudah bertahun-tahun mengenal mereka. Satu persatu mulailah aku tahu namanya Laila, hani, lailil, ula, wildan, dan belasan anak lainnya.

Belajar Sore Hari



Pekan-pekan berikutnya aku mulai rajin ke tempat itu. Belajar, bermain, bercerita dan tertawa bersama mereka. Mendengarkan kisah-kisah mereka. Ada kerinduan tersendiri ingin bertemu dengan mereka yang haus akan ilmu. Pernah suatu ketika aku tidak datang kesana dan keesokan harinya barulah aku tahu ternyata mereka sangat menanti kehadiran kita, kakak-kakak pengajar.
 
Anak-anak kecil itu membuatku semakin bersemangat. Semangat mencari ilmu dan semangat mengajarkannya. Rasa penat dan capek akan tugas-tugas kuliah hilang ketika berada di sekitar mereka. Mereka mampu mengalihkan dan membawaku ke dunianya. Mereka mengajariku untuk selalu bersyukur ditengah keterbatasannya, tersenyum ditengah himpitan dan bersemangat menjalani kehidupan. Senang sekali melihat tingkah laku mereka. Ada yang aktif sekali sering tanya ini itu, ada yang pendiam banget semakin ditanya semakin diam, ada yang bandel sekali kerjaannya hanya berlarian kesana kemari dan tidak mau membuka buku apalagi belajar jika tidak diancam dengan penghapus papan tulis, ada yang sukanya protes terus, ada yang rajin dan pintar sekali diajari sekali langsung bisa, ada yang susah banget diajarin walau berulang-ulang diberi tahu caranya.


Merindukan kebersamaan dengan mereka, adek-adek tercinta. Suasana di sebuah sekolah setiap jum’at sore. Banyak hal dan pelajaran yang didapatkan. Banyak kejadian-kejadian indah dan lucu. Masih teringat mereka memberi sebuah puisi kepada kami, masih teringat ketika aku kesulitan menjawab pertanyaan dari mereka, “Apa nama jalan yang dibangun Daendles??” Hemm..pelajaran IPS kelas berapa ya..Masih teringat juga ketika aku mengunci mereka dari dalam kelas karena mereka tidak mau belajar gara-gara main bola, masih teringat susahnya melerai mereka ketika berkelahi, yang satu dilerai yang lain mulai, masih teringat ketika memberi semangat kepada mereka saat putus asa belajar karena tidak bisa (Jika aku putus asa belajar jadi teringat semangat mereka).

Ahaaaiiiii...Adek-adek unyu penuh semangat

Merindukan teriakan itu. KAM. “Kelompok Anak Muslim!! Sholih sholihah Cerdas Ceria, Allahu Akbar!!”
*BPU 2010-Bersatu Menyatu-Melayani Umat dengan sepenuh hati
*PKA-Program Kakak Asuh 2009


NB: Gambar-gambar di atas adalah adek-adek binaan SSC (Social Service Center) KAMMI Sepuluh Nopember. Gambar adek-adek BPU/PKA lupa naruhnya..